September 22, 2022
4 Langkah

4 Langkah yang Dapat Dilakukan Timnas Indonesia U-19 Setelah Gagal Ke Semifinal Piala AFF U-19 2022. Timnas Indonesia U-19 secara tragis tersingkir di Piala AFF U-19 2022. Status sebagai tuan rumah dan tim paling produktif dengan 17 gol dalam lima laga belum cukup untuk membawa pasukan Shin Tae-yong lolos ke penyisihan Grup A meski memiliki nilai yang sama dengan Vietnam dan Thailand yakni mencapai 11 poin. Aturan head to head yang diberlakukan dalam ajang ini menjadi penyebabnya. Saat dihubungi Bola.com, Senin (11/7/2022), mantan pelatih PSM Makassar, Raja Isa, menyarankan Timnas Indonesia U-19 harus move on dan melupakan pengalaman pahit ini. Beriku merupakan langkah yang dapat dilakukan timnas indonesia U-19 setelah gagal ke semifinal piala U-19 2022.

⦁ Minimum 10 Percobaan dengan Tim Tingkat Dunia 4 Langkah

Selain mengikuti kualifikasi Piala Asia U-20 2023 nanti, Raja Isa menyarankan agar Timnas Indonesia U-19 menjadwalkan uji coba dengan tim-tim kuat dari Asia, Eropa, Amerika dan Afrika.
Menurut Raja Isa, persidangan harus di Indonesia. Tujuannya tidak hanya untuk menguji kekuatan tim, tetapi juga untuk mempersiapkan penampilan di depan penonton sendiri. “Kehadiran puluhan ribu penonton juga mempertajam mentalitas pemain. Di Piala Dunia U-20 nanti, Indonesia akan menjadi tuan rumah,” kata Raja Isa. Selain uji coba resmi, PSSI juga bisa menggelar turnamen dengan mengundang tim-tim kelas dunia ke Indonesia agar suasana dan tekanannya berbeda. “Jangan fokus menang atau kalah. Tapi lihat perkembangan kemampuan pemain dan tim. Selain menghadapi minimal 10 tim kuat, Indonesia menghadapi tim yang levelnya lebih rendah untuk mengimbangi tekanan,” kata Raja Isa. .

⦁ Mempercepat Proses Naturalisasi

Merujuk pada penampilan Timnas U-19 di Piala Toulon dan Piala AFF U-19, Raja Isa berharap PSSI bekerja lebih keras untuk mempercepat proses naturalisasi pemain yang direkomendasikan Shin Tae-yong. Sebab di mata pelatih yang juga pernah menangani Persipura itu, sulit membuat Garuda Nusantara mewujudkan target setidaknya lolos dari babak penyisihan grup di Piala Dunia U-20 nanti. Indonesia membutuhkan minimal empat pemain naturalisasi dengan postur ideal dan pengalaman bermain di Eropa atau Amerika Latin, kata Raja Isa. Menurut pelatih berpaspor Malaysia ini, hampir semua para pemain terbaik dunia pernah bermain di Piala Dunia U-20. Ia merujuk saat Malaysia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 1997. Saat itu, pemain seperti Michael Owen (Inggris), Juan Riqulme, Esteban Cambiasso, Pablo Aimar, Walter Samuel (Argentina), David Trezequet, William Gallas, Thierry Henry dan Nicolas Anelka (Prancis) tampil di Malaysia.

⦁ Butuh Psikolog 4 Langkah

Raja Isa juga berharap manajemen U-19 menggunakan layanan psikologis, khususnya sepakbola, untuk membantu mengangkat mental para pemain Garuda Nusantara. Pelatih Shin Tae yong memang dikenal sebagai pelatih tingkat tinggi dan memperhatikan perkembangan sikap para pemain. Namun, lebih baik jika ada psikolog di tim, kata King Isa. Timnas Indonesia pernah berlatar belakang psikologi dengan mantan atletnya, yakni Jo Rumeser. Mantan atlet timnas sepak bola ini sempat aktif mendampingi timnas pada era 1980-1990-an.

⦁ Pemahaman Taktis

Raja Isa menilai Shin Tae-yong berhasil membangun karakter tim menjadi militan dan memiliki semangat juang yang tinggi. Namun, ini tidak cukup tanpa pemahaman taktis yang didukung Shin Tae-yong kepada timnya. Salah satunya adalah transisi dan keputusan saat menyerang dan bertahan. Indonesia mengoleksi 17 gol dan hanya mencetak dua gol dalam lima pertandingan di Piala AFF 2022, kata Raja Isa. Namun. Indonesia tidak mampu mencetak untuk gol ke gawang Thailand dan Vietnam. Ini masih level ASEAN, bukan Piala Dunia U-20, lanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.